Banyak orang yang ketika melihat tagline
artikel ini berpikiran bahwa “The
happiest place on earth” adalah taman bermain ataupun tempat hiburan lainnya.
Tentu saja tidak semua orang beranggapan begitu, seperti contohnya adalah saya.
Menurut saya pribadi tempat yang dimaksud dalam “place” tersebut bukan semata-mata hanya sebuah tempat – tempat hiburan
ataupun tempat melepas stress lainnya. Bahkan sebuah warung sederhana pun dapat
menjadi tempat yang dimaksud, tentu saja dengan beberapa faktor internal dan
eksternal. Beberapa faktor tersebut antara lain bisa dilihat dari beberapa konsep
5W+1H yang membuat suatu tempat menjadi berarti bagi seseorang.
Faktor yang paling mempengaruhi
adalah What/Apa, Who/Siapa, When/Kapan.
Maksudnya adalah kurang lebih seperti “Apa dan dengan siapa anda ketempat
tersebut dan pada saat apa kalian kesana?”, bisa saja kalian ke Warunk Upnormal
bersama pasangan kalian saat kencan pertama kalian. Dari 3 faktor tersebut saja
sudah dapat dilihat bahwa mereka berdua memiliki kenangan bersama di Warunk
Upnormal, terlebih lagi itu adalah kencan pertama yang bisa saja menjadi titik
awal bagi hubungan mereka kedepannya. Ketika mereka berdua melanjutkan hubungan
mereka ketahap yang lebih serius dimata hukum, pasti mereka akan tetap
mengingat bahwa Warunk Upnormal adalah tempat yang paling membahagiakan dalam
benak mereka atau mungkin pasangan itu masih sering kesana sambil mengenang
awal mereka menjalin hubungan dari yang awalnya tidak kenal menjadi saling
membutuhkan satu sama lain.
Dari anggapan beberapa orang
lainnya, tempat yang sunyi seperti padang rumput yang luas, rooftop pribadi, bahkan kamar mandi
dapat menjadi tempat paling membahagiakan di bumi. Karena bagi beberapa orang
dapat merasakan ketenangan batin maupun fisik ditempat – tempat tersebut untuk
melepas semua pikiran dan beban kehidupan mereka sesekali. Terkadang mereka
hanya memerlukan tempat untuk menatap langit sambil memikirkan apa yang telah
ia lakukan di keseharian mereka atau bahkan berbicara dengan diri sendiri. Maka
dari itu tempat sunyi adalah tempat paling membahagiakan bagi mereka.
Hal ini membuat stigma tentang “The happiest place on earth” selalu taman
bermain ataupun tempat hiburan tidaklah pasti, karena setiap orang memiliki
pandangannya masing – masing seperti sang penulis. Menurut sang penulis tempat
paling membahagiakan di bumi adalah ketika dia bersama orang yang menurutnya
berarti. Menurutnya hal tersebut tidaklah harus terpaku pada satu tempat, melainkan
tergantung kenangan apa yang pernah dibuat ditempat itu walaupun itu hanya sebuah
ruangan sepetak atau tempat tongkrongan sambil bermain kartu dan mengobrol
bersama teman dekat.
Jadi inti dari artikel ini adalah
bahwa “The happiest place on earth”
tidaklah harus hanya satu tempat seperti yang paling membahagiakan dari yang
paling membahagiakan. Bisa saja tempat yang dimaksud adalah tempat yang paling
tidak kita sadari sekalipun karena seringnya kita menghabiskan waktu disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar